protect your skin from now!

EFFECT OF COSMETIC, BE CAREFUL DEAR..

perhatikan :
– untuk satu prodak kecantikan merupakan campuran beberapa bahan dan komposisi. Beberapa diantaranya mengandung perangsang lemah yang jika dipakai untuk pengujian kulit akan sulit diartikan.
– banyak produk yang tidak dicantumkan bahan-bahan yang digunakannya
– menghentikan pemakaian produk tersebut bukan berarti terhindar dari efek samping

bahan yang dicurigai :
bahan aktif, pengawet, anti mikroba, anti oksidan, parfum, zat warna, vehikulum.

trigger terjadinya reaksi pada kulit :
* intensitas pemakaian yang cukup lama (misal pelembab, foundation, maskara)
* lokasi pemakaian, daerah mata mempunyai kulit yang lebih tipis dan sensitif
* Ph kosmetika. pelurus aatau perontok rambut dengan ph alkali mudah memberikan efek samping
* kandungan bahan mudah menguap, yang kemudian mempertinggi bahan aktif (misal alkohol)
* efek samping selain kulit yaitu iritasi mata pada pemakaian shampoo/rias mata, ganguan pernafasan pada pemakaian hairspray, efe toksik jangka panjang seperti kelainan darah, orga tubuh.

Manifestasi klinis (bentuk reaksi) :
INGAT, setiap bahan yang ditempelkan dikulit dapat menyebabakan kelainan kulit.
kelainan pada aplikasi pertama disebut iritan
kelainan setelah pemakaian berulang disebut sensitizer
intoleransi produk ketika pemakai mengeluh kurang nyaman, misal pusing, mual, dsb

kelainan pada kulit :
– iritasi (mengandung asam/basa. kelainan berupa eritematodeskuamsi samapi vesikobulosa. contoh tioglikolat dengan ph 12,5 pada perontok rambut)
– alergi (berupa dermatitis eksematosa. ditemuakn dermatitis kelopak mata yang disebabkan kosmetika rambut, muka, atau kuku daripada rias mata tu sendiri).
– foto sensitivitas (terjadi karena produk mengandung reaksi foto sinsitizer dan terpapar cahaya. kelaian berupa eritem, eksematosa, atau hiperpigmnetasi yang biasa disebabkan oleh parfum. dapat bersifat foto toksik atau foto alergik.
– pigmentasi (dikenal sebagai pigmented cosmetic dermatitis. akibat kontak alegik atau foto alergik karena bahan pewangi atau zat warna. manifestasi berupa bercak/difus/retikuler kecoklatan, kadang hitam, atau biru hitam. ada pada krim pemutih/pearl cream yang telah dilarang tapi masih banyak dipasaran, mengandng 1%-4% powdered pearl yang mengandung merkuri amonia.
– acne.lesi berbentuk komedo disebabkan oleh krim muka, bahan besifat komedogenik antara lain lonolin, petrolatum, butil stearat, laurin alkohol, asam oleat, dan zat warna DC red-dyes yang terdapat pada blush on

SOLUSI
# tes eliminasi : hentikan semua produk yang digunakan, ketika gejala sudah mereda pakai kembali kosmetik yang dicuragi penyebab utamanya. lakukan tes satu-persatu untuk membuktikan produk mana yang memberikan reaksi berlebih. uji juga pada produk yang telah dipakai dalam waktu lama karena sensitisasi terlambat, modifikasi, kemerosotan produk. perhatikan juga alat untuk memakai kosmetik seperti sikat, aplikator karet, busa, spons, kuas.
# tes tempel : melalukan tes tempel engan semua bahan unsurnya secara terpisah dalam vehikulum dan konsentrasi yang tepat. terbilang rumit, karena produsen bahkan hampir tidak mempunya data tentang konsentrasi tes sample yang non-iritatif. dan penderitapun pada umumnya memakai berbagai jenis bahan
# open test : mengoleskan produk 2-3kali/hari pada lengan bawah selama 2hari berturu-turut.

Menanggulagi dan memperkecil efek sampingproduk, disarankan :
– hindari bahan yang dapat menimbulkan toksisitas. konsentrasi bahan yang dipakai tidak boleh lewat dari batas aturan
– pencamtuman kandungan bahan. dapat menghindarkan pemakaian oleh konsumen yang sensitif terhadap salah satu bahan kandungannya.
– kontaminasi mikroba menyebabkan produk rusak, dan berakibat gejala kelainan pada pengguna. hal ini disebabkan oleh sistem pengawetan yang tidak memenuhi syarat.
– tanda peringatan unuk produk kosmetik yang mengandung bahan yang dimungkinkan menimbulkan efek samping, misalnya PPDA
– expire date (tanggal kadaluarsa) harus tercantum untuk mencegah pemakaian produk kosmetik yang sudah berubah komposisinya
– perlunya tes sensitasi pada hewan percobaan, dan tes tempel, consumer test dengan mengikutsertakan ahli kulit dan ahli farmasi untuk mengontrol produk kosmetik.

source from http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/05_EfeksampingKosmetikadanPenatalaksanaannya

Advertisements

About this entry