apa Tuhan minta rupiah dari air yang kamu dapat??

sedikit komentar.. karna kayanya ga enak aja klo ngomong dalem hati..

pernah kebayang klo keputusan yang kita ambil itu berakibat sangat fatal sesudahnya? atau yang lebih tragis ga cuma kita aja yang meratapi kekeliruan itu-tapi juga orang lain.. orang banyak yang menderita karna kesalahan kita..

satu langkah yang dijalani tanpa hati nurani.
dosa mereka karna pinjam kaki kamu untuk berjalan?
padahal sebelumnya dia berikan kepalanya untuk kamu agar bisa mengulum senyum impian.

dari artikel yang dimuat di Kompas, 12 September 2008.. “Merebut Air, Merampas Hidup”
mmm.. dipublish juga di AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan)

segitu gampangnya gw bayar air minum kemasan-bahkan hampir tiap hari.
mungkin DAN HARUSNYA! gw mikir berkali-kali setelah ini untuk lakuin itu lagi.

kenapa semua orang tamak?? kenapa semua orang memanfaatkan kekurangan orang lain??
kenapa semua orang ga bisa jujur??

well, keputusan privatisasi air yang tetapkan tahun 2004 – hampir 4tahun dan sekarang udah kebuka semua kekeliruannya..
dimana perasaan lo waktu tau penduduk yang diberkahi segitu banyaknya sumber air, harus jadi orang yang sangat menderita karna ga punya air bersih. gw sedih waktu baca pengakuan mereka…

“Kami hanya mendapatkan air sisa setelah dipakai perusahaan.”

satu yang perlu dicatat. mereka punya hak untuk air bersih.
pilu ya? klo ngebayangin.. banyak air disekitar kita..dirmah tetangga.. berlimpah.. tapi airnya ga bisa kita ambil.. ga bisa dirasain..
cuma bisa dilihat dari jauh…

klo mau air yang seperti itu.. harus bayar-dan ga murah…ga gratis kaya dulu lagi..
sedangkan yang air yang kita punya dirumah sekarang.. cuma limbah dari tetangga yang tiba-tiba “menetap” disini bersama kawan-kawannya yang entah datang dari mana.

uang 2000an yang gw bayar untuk air mineral. cuma bisa bikin perusahaan AMDKnya makin kaya.
gw pikir selama ini CSR udah jadi habit di perusahaan-perusahaan di Indonesia.
kemana iklan yang menjanjikan air bersih??
apa mereka buta ttg tanggung jawab mereka terhadap masyarakat yang mau berbagi lahan dengan mereka?
mereka tinggal disana gitu lho!! didepan mata lo.. ga perlu jauh-jauh cari tempat dipelosok Indonesia..
ga perlu datengin pemain bola dunia untuk menghibur anak-anak yang kelihatannya kurang bahagia.
lo ga perlu tengok kanan kiri lagi untuk bisa merasakan kesulitan mereka yang lebih dulu berhak menikmati air itu.
ibaratnya.. tega banget klo harus jejelin tetangga kita air minum bekas cuci dan mandi!!!

klo emang privatisasi air itu harus dibenarkan (ini juga karna ketotolan masa lalu periode sebelumnya-setidaknya buat gw) pastinya ada pemikiran bijak lainnya yang mengiringi. ga mungkin 100% air dan mata air ga lagi dikelola pemerintah.
gw dan dosen Character Building gw, Bapak Idy, sepakat bahwa semua rencana harus dimulai dari AMDAL
pastinya, kerja sama dan kejujuran dari semua pihak sangat menentukan dalam hal ini. ya pemerintah pusat, pengusaha, pemerintah daerah, sampe ke partikel birokrasi yang terkecil dalam proses perijinan dan pengelolaan sumber mata air.

pernah denger komentar IMF tentang “Harga air dinegara ini terlalu murah”..
terlalu murah?? murah bagi siapa? air gratis tanpa bataspun mungkin belum bisa menolong kesulitan Indonesia yang lain.
kasihan mereka klo kedepanya belum ada jalan keluar. Kasihan anak-anaknya.. belum lagi kesehatan yang terancam karna air bersih bener2 dibutuhkan buat kesehatan kita,, apalagi butuh kekebalan melawan efek samping dari limbah perusahaan2 itu.

selama ini..gw membayar sesuatu yang ga sangat ga ingin gw perbuat, ga pengen gw lihat lagi..
tp ternyata justru gw salah satu penyebabnya. kita semua jahat.
kita ganggu hidup mereka.. kita batasi kemudahan mereka mengakses air yang diberikan cuma-cuma sama Allah
gw sangat sangat menyesal klo ternyata air yang gw minum itu ga diridhoi oleh masayarakat disana.
gw sangat sangaaaaaat kecewa klo ternyata gw berteriak lega karna bisa nenggak air minum sesuka gw-kapan aja-dimana aja, padahal sumbernya dari suatu tempat yang penuh kekeliruan. ketidakihklasan-dan harus mengorbankan orang lain. bagaimana bisa rasa haus gw hilang setelah tau setiap tetes dari air minum yg gw beli adalah hasil keegoisan beberapa orang.

kita ga berhak mejual ini itu– apa2 yang ga bukan ciptaan kita. Dimana letak hati nurani..
disaat mimpi2 tentang bernafas lega jadi dibayangi teralis penjara dari kebebasan yg pling dasar. dibayangi hal ttg kita memerlukan rupiah untuk bernafas besok pagi dimulai dari jam 00.00 nanti!
knp sih segitu sulitnya berbagi.coba pikir, semua yang dialam ini punya Tuhan- kita ga perlu bayar apa-apa sama orang lain yang bukan Tuhan untuk hidup layak. seharusnya

Advertisements

About this entry