Hankook Business Improvement

Hankook (Korea Selatan) : Produsen Ban
Competitor : Goodyear, Bridgestone, Michelin

Dengan pertumbuhan paling pesat didunia dengan 20,7% untuk tahun lalu (based on Bisnis Internasional, vol VIII ed 62/2008).
Kemajuan Hankook dimulai ketika mendapatkan permintaan tren global yang mencapai 3juta ban setiap tahun.
Kegigihan Suh Seung-Hwa (CEO) yang berasal dari pegawai rendahan pada 67 tahun lalu menjadikan budaya perusahaan diarahkan kepada bentuk yang lebih sosial dan demokratis (pada masa lalu kebanyakan CEO berasal dari lingkungan keluarga/perusahaan lain). Sun Seung menginginkan semua karyawannya memilki peluang yang sama terhadap karir mereka di Hankook.

Berorientasi secara global. pada dasarnya Hankook memasarkan produknya keseluruh dunia. tapi disisi berikutnya, bagi Hankook pasar China adalah pasar yang pertumbuhannya paling patensial. saat ini Hankook memilki 25% market share industri ban di China. Ban buatan Hankook lebih murah ketimbang para kompetitornya. tapi dari segi teknologi merupakan yang paling bagus dibandingkan ban buatan China lainnya. selanjutnya Hankook akan meraja di Asia Tenggara. kemungkinan pabriknya akan bertempat di Thailand atau Indonesia yang merupakan pasar otomotif terkuat di Asean.

Yang menarik dari Hankook adalah strategi ekspansinya diluar China dan KorSel, Hankook memasok ban untuk Chryslet, Ford, Renault, dan VW.
Sun menyatakan untuk menjaga kepercayaan merek2 berkelas itu penting karena karakter berkendara di Jerman cukup rumit. Di Jerman para pengemudi biasa berpindah jalur pada kecepatan 200km/jam. di KorSel bahkan tidak ada kendaraan yang diizinkan mengemudi dengan kecepatan seperti itu. Lain hal untuk pasar AS, konsumen seringkali bepergian jarak jauh, berbeda dengan konsumen di Jerman yang mengutamakan kualitas, konsumen AS lebih mementingkan daya tahan (keawetan).

Bagi Sun, standar Jerman adalah benchmark, jika bisa memenuhinya berarti bisa memenuhi standar negara lainnya. Dalam proyeksinya dalam 5 tahun kedepan. Hankook membidik 3 kompetitor besarnya. Sun yakin Hankook bisa menempati salah satu posisi yang terus dipegang Goodyear, Bridgestone, dan Michelin. Proyeksi ini akan diimbangi dengan sebuah inovasi dan sedikit analisa keuangan yang baik. Pasalnya, untuk bersaing dalam harga dimungkinkan lebih sulit.. karna di KorSel dan secara global semua harga terus bergerak, ditambah rata-rata gaji karyawan yang juga naik (Hankook membayar US$ 50.000 untuk upah karyawan).

Rahasia lainnya yang diterapkan adalah riset pasar dan indstrinya. Hankook menanamkan 5% dari Revenue untuk R&D untuk mendirikan pusat riset di Korsel, Jepang, China, dan AS. Investasi cerdas seperti ini telah membuahkan hasil yaitu dinilai sebagai brand dengan penghargaan tertinggi penilaian konsumen. Strategy lain yang “out of the box” adalah Hankook tidak menggunakan jasa pakar yang membantu suksesnya Goodyear atau Michelin. Hankook justru menggunakan Cheil Communication yang berafiliasi dengan Samsung. Perusahaan inilah yang turut mendongkrak citra merk Samsung pada akhir tahun 1990.

Untuk mengembangakn image brand, Hankook berkampanye dengan tema “Tame The Road”, mensponsori 23 tim balap di 12 negara, dan berpartisipasi pada 180 event balapan, ditambah lagi melaunching service ” T-Station” yang menciptakan servise lebih nyaman dan representatif – tidak lagi sebagai tire service yang kumuh, kotor, dan pengap.

———————————————————————————————————————-
Business Value of Hankook : Culture Company, Great Leadership by Sun Sueng-Hwa, Global Company with central market revenue, Benchmarking, R&D, Economy Investment, Inovation, Continues Improvement, and Image Building for Company and Brand

Advertisements

About this entry